Beza Antiseptik dan Antibiotik

Beza

Perbezaan Antiseptik dan Antibiotik : Antiseptik dan antibiotik adalah dua jenis obat yang sering digunakan untuk mengatasi atau mencegah infeksi. Namun, apakah anda tahu apa perbezaan antara kedua-dua obat ini? Dalam artikel ini, kita akan membincangkan beza antiseptik dan antibiotik dari beberapa aspek, seperti definisi, fungsi, cara kerja, dan contoh.

Definisi

Antiseptik adalah zat kimia yang bisa memperlambat atau menghentikan pertumbuhan mikroorganisme pada permukaan luar tubuh, seperti kulit, kuku, atau selaput lendir. Antiseptik sering digunakan di rumah sakit dan kepentingan medis lainnya untuk mengurangi risiko infeksi selama operasi dan prosedur lainnya. Antiseptik juga tersedia tanpa resep untuk membersihkan dan merawat luka ringan.


Antibiotik adalah obat yang dapat melawan infeksi akibat bakteri pada tubuh manusia dan hewan. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri atau mempersulit bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak di dalam tubuh. Antibiotik hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter, karena penggunaan yang sembarangan bisa meningkatkan risiko terjadinya resistensi atau kekebalan terhadap antibiotik.

Fungsi

Antiseptik dan antibiotik mempunyai fungsi yang berbeza. Antiseptik bertujuan untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan tubuh yang terpapar mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Antiseptik juga bisa digunakan untuk mencegah infeksi bakteri atau profilaksis pada kondisi tertentu, misalnya luka terbuka yang parah, pasien dengan daya tahan tubuh yang sangat lemah, atau sebelum operasi.


Antibiotik pula bertujuan untuk mengobati infeksi bakteri yang sudah terjadi di dalam tubuh, seperti penyakit tipes, selulitis, bisul, dan beberapa infeksi oleh parasit tertentu. Antibiotik juga bisa digunakan untuk mencegah infeksi bakteri yang berpotensi terjadi akibat kontak dengan sumber infeksi, misalnya setelah gigitan binatang, luka tusuk, atau hubungan seksual.

Cara Kerja

Antiseptik dan antibiotik mempunyai cara kerja yang berbeza. Antiseptik bekerja dengan cara menghancurkan atau merusak struktur sel mikroorganisme, sehingga tidak bisa bertahan hidup atau berkembang biak. Antiseptik bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah molekul bakteri. Antiseptik berbeda dengan disinfektan dalam hal cara kerjanya, yaitu disinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.


Antibiotik bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan atau membunuh sel bakteri sehingga infeksi bakteri bisa teratasi. Antibiotik bekerja dengan cara mengganggu proses biokimia yang penting bagi bakteri, seperti sintesis dinding sel, sintesis protein, sintesis asam nukleat, atau sintesis asam folat. Antibiotik tidak efektif melawan virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam efektivitasnya dalam melawan berbagai jenis bakteri.

Contoh

Berikut adalah beberapa contoh antiseptik dan antibiotik yang boleh dijadikan rujukan:

  • Antiseptik: Anda mengalami luka gores di tangan dan ingin membersihkannya agar tidak terinfeksi. Anda bisa menggunakan antiseptik seperti alkohol, hidrogen peroksida, atau povidone iodine untuk mendisinfeksi luka tersebut.
  • Antibiotik: Anda mengalami sakit tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptokokus. Anda perlu mengonsumsi antibiotik seperti penisilin, amoksisilin, atau eritromisin untuk mengobati infeksi tersebut.

Kesimpulan


Antiseptik dan antibiotik adalah dua jenis obat yang sering digunakan untuk mengatasi atau mencegah infeksi. Namun, kedua-dua obat ini mempunyai perbezaan dari segi definisi, fungsi, cara kerja, dan contoh. Antiseptik adalah zat kimia yang bisa memperlambat atau menghentikan pertumbuhan mikroorganisme pada permukaan luar tubuh, manakala antibiotik adalah obat yang dapat melawan infeksi akibat bakteri pada tubuh manusia dan hewan. Antiseptik bertujuan untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan tubuh yang terpapar mikroorganisme, manakala antibiotik bertujuan untuk mengobati infeksi bakteri yang sudah terjadi di dalam tubuh. Antiseptik bekerja dengan cara menghancurkan atau merusak struktur sel mikroorganisme, manakala antibiotik bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan atau membunuh sel bakteri. Antiseptik dan antibiotik harus digunakan dengan tepat dan sesuai anjuran dokter, agar tidak menimbulkan efek samping atau resistensi.



Related posts